Cerita Dari Pelantikan Advokat Kemarin..
August 9, 2007
Gambar ini diambil pada saat sekitar 700-an Calon Advokat terjebak dalam antrean panjang untuk mengambil Kartu Advokat pada pelantikan Calon Advokat yang diadakan PERADI pada tanggal 7 Agustus 2007 kemarin.
Secara umum, dapat dikatakan acara pelantikan tersebut jauh dari yang diharapkan oleh para Calon Advokat, bayangkan saja acara yang katanya akan mulai jam 9 tepat, ternyata molor sampai jam 10 lebih sedikit (sudah budaya?). Lalu, ada masalah pengambilan Kartu Advokat yang ternyata harus melalui 1 pintu yang hanya dibuka setengahnya, serta penggiliran pengambilan kartu yang hanya boleh maksimal 4 orang per gilirannya (bayangkan saja, yang antre untuk ngambil kartu ada 700-an), yang menyebabkan calon advokat terjebak dalam antrean yang sangat lama sehingga menyebabkan banyak “ledakan emosi” antara calon advokat dan panitia. Ledakan emosi tersebut semakin memuncak setelah para calon advokat mengetahui terdapat rekannya yang sedang hamil tua tergencet-gencet dalam antrean tersebut.
Anyway, akhirnya semua beres (beres? nggak juga deng, banyak temen gw yang capek antri ternyata kartunya blon jadi…buset…). Selanjutnya PERADI musti belajar dari kejadian kemarin untuk kedepannya lebih baik, jangan sampai nanti ada pendapat dari masyarakat seperti celetukan usil dari seorang Rekan kemarin “ngurus gini aja nggak becus, pantesan lo digugat….!!” hehehehe….
Ps. Untuk teman2 di PERADI, terlepas dari segala kelebihan dan kekurangan yang terjadi kemarin, tq banget untuk kalian yang udah luangin waktu untuk ngurus kita semua, dan untuk teman2 yang dilantik kemarin Congrats ya..!!
Entry Filed under: General. .
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
advokatku | April 14, 2008 at 12:43 pm
waduh … antusias banget yach jadi advokat …. mudah2an memang niat untuk jadi advokatnya didasarkan pada niat untuk menolong sesama … aih sok idealis amat yach