Archive for September 22nd, 2008
Saya Heran Mereka Bisa Tidur…
kemarin (20/10/08), saya dan isteri sedang melintas di daerah kebayoran baru dalam perjalanan mengantar isteri saya ke dokternya di daerah bulungan. Pada saat mobil kami menyusuri jalan di dekat Kentucky Fried Chiken yang dulunya adalah toko factory outlet Millenia, isteri saya melihat seorang bapak tua dan anak laki-lakinya yang masih kecil sedang duduk beristirahat di pinggir jalan.
Yang membuat isteri saya kaget adalah anak tersebut memakai riasan bak seorang badut dengan pupur putih di sekujur muka yang dihiasi dengan satu bulatan kecil di masing-masing pipinya serta tidak lupa ia menggunakan pemerah bibir yang dilukis pada bibirnya sehingga menimbulkan kesan bahwa anak tersebut sedang memonyongkan bibirnya. Rupanya, ketika saya memperhatikan sebuah tape tua kecil di tangan sang bapak, saya sadar bahwa mereka berprofesi sebagai badut jalanan, dimana sang bapak nantinya akan memutar tape tersebut dan sang anak akan menari-nari seperti badut jenaka mengikuti alunan musik dari tape tua tersebut.
Kontan, setelah memahami apa yang ada di depan mata, kami berdua pun langsung merasa kasihan kepada pasangan bapak dan anak tersebut. Bagaimana tidak, 2 (dua) orang anak manusia yang “konon kabarnya” dilindungi oleh negara ini ternyata secara nyata sedang terlunta-lunta di jalanan dan sedang menjalani profesi badut jalanan yang tentunya secara akal sehat tidaklah pantas dilakukan oleh sang anak yang pada paruh waktu tersebut seharusnya sedang bersekolah. Seketika itu juga, isteri saya langsung menyuruh saya untuk memberikan sumbangan kepada pasangan bapak dan anak tersebut.
Sesampainya di rumah, saya kembali teringat-ingat wajah badut sang anak tadi dan hal tersebut membuat saya menjadi tidak bisa tidur hampir lebih dari sepertiga malam. Alasan lain yang membuat saya tidak dapat tidur malam itu karena pertama: saya merasa malu bahwa apa yang saya berikan kepada mereka siang tadi tentunya jauh dari cukup, dan kedua: saya tidak habis berpikir bagaimana para pemimpin negeri ini dapat tidur dengan nyenyak (bahkan dalam rapat resmi seperti foto di atas) ketika masih banyak rakyatnya yang miskin yang bahkan tingkat kemiskinannya lebih buruk dibandingkan dengan pasangan bapak dan anak yang saya temui siang itu.
2 comments September 22, 2008